Profil Lembaga


LEMBAGA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK PINGGIRAN (PPAP) SEROJA

Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pinggiran (PPAP) Seroja adalah Lembaga Sosial Religius yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat marginal terutama perempuan dan anak pinggiran di Kota Surakarta dan sekitarnya. Lembaga PPAP SEROJA berdiri pada tanggal 23 Juli 2003. Terdaftar di notaris Wahyu Utami Sari Nomor 61 tanggal 30 Nopember 2006, akta perbaruan di Notaris Winih Respati, SH nomor 3 tahun 2015, terdaftar di Kesbangpol Surakarta dengan nomor 220/01/I/2009 dan Dinas Sosial Kota Surakarta dengan nomor 460/0597/ORSOS/2017/

Lembaga ini lahir sebagai bentuk keprihatinan atas fenomena yang menimpa masyarakat pinggiran di Kota Surakarta dan sekitarnya khususnya perempuan dan anak. Pinggiran di sini maksudnya adalah kalangan yang terpinggirkan baik secara ekonomi, sosial, pendidikan, politik, bahkan moral.  Krisis multidimensi yang menimpa bangsa ini berdampak buruk bagi masyarakat kalangan bawah. Kaum yang paling rentan menjadi korban adalah perempuan dan anak. Mereka adalah para pemulung, pengamen, kaum buruh, PSK, anak jalanan, anak keluarga miskin, pekerja anak serta anak yang berhadapan dengan hukum.

Gambaran secara umum lembaga kami  adalah sebagai berikut :

 PERAN SEROJA

LEMBAGA PPAP Seroja memposisikan diri sebagai Community Worker dengan melakukan peran-peran kongkrit yang meliputi empat peran yakni :

1.     Peran fasilitatif (facilitative roles)

2.     Peran edukasional/dakwah/pembinaan (educational roles)

3.     Peran sebagai perwakilan masyarakat (representational roles)

4.     Peran-peran teknis (technical roles).


    FOKUS ISSUE

Fokus aktivitas PPAP SEROJA yakni pendidikan/pembinaan. Isu yang sedang kami bangun adalah bahwa pendidikan merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap orang karena pendidikan merupakan sumber dari segala permasalahan.

 

    WILAYAH DAMPINGAN

Saat ini PPAP Seroja mendampingi perempuan dan anak pinggiran di beberapa lokasi atau komunitas antara lain :

1.     Komunitas pemulung Nayu Barat, Nusukan, Solo

2.     Komunitas pengamen dan pedagang pasar di Pasar Jebres, Solo

3.     Komunitas pengamen di Tanggul Kalianyar, Sumber, Solo

4.     Komunitas miskin kota di Tanggul Kalianyar, Gilingan dan Manahan.

5.     Komunitas buruh di Pucang Sawit, Solo

6.     Komunitas miskin kota di Kampung Kentingan Baru, Solo

7.     Komunitas pengamen di relokasi pengamen, Banyudono, Boyolali

8.     Anak yang Berhadapan dengan Hukum di Rutan Klas 1 Surakarta

9.     Komunitas PSK di Gilingan dan Sumber, Surakarta

10. Komunitas marginal di Putri Cempo, Mojosongo, Surakarta